JAKARTA, PropertiPlus.com — Inisiatif keberlanjutan sosial (social sustainability) dalam ekosistem properti tanah air memasuki babak baru. Tidak lagi sekadar menuntaskan kewajiban Corporate Social Responsibility (CSR) secara seremonial, akselerasi penyediaan hunian masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) kini bertransformasi menjadi strategi impact investment yang terukur dan berkesinambungan.
Kiprah panjang ini terlihat dari konsistensi Djarum Group dalam mendukung program perumahan rakyat. Setelah sebelumnya sukses menyalurkan komitmen 2.550 bantuan hunian dan sanitasi di Provinsi Jawa Tengah, korporasi tersebut kini memperluas jangkauan dampaknya di skala nasional.
Langkah lanjutan ini ditegaskan lewat sinergi strategis antara Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) dan Djarum Group. Dalam pertemuan Menteri PKP Maruarar Sirait dan GM Community Development PT Djarum Achmad Budiharto di Jakarta, Rabu (2/9/2026), terungkap alokasi pendanaan CSR sebesar Rp45 miliar untuk memperkuat Program 3 Juta Rumah pada tahun berjalan.
Di tengah kesenjangan (backlog) kepemilikan rumah yang masih membayangi pasar nasional, kontinuitas program ini menjadi bukti konkret bagaimana sektor swasta dapat menjaga komitmen ESG (Environmental, Social, and Governance) secara jangka panjang.
Rekam Jejak Berbaginomics: Dari Evaluasi 2025 ke Target 2026
Konsep Berbaginomics yang diusung Djarum Group terbukti bukan sekadar jargon, melainkan pendekatan eksekusi yang berbasis data presisi.
Rekam jejak tahun 2025 menjadi fondasi kuat. Dari total komitmen awal sebanyak 2.550 unit yang terfokus di wilayah Jawa Tengah—meliputi Rumah Sederhana Layak Huni (RSLH) dan sarana sanitasi—Djarum berhasil merampungkan 2.517 unit.
Untuk pembangunan rumah baru MBR, pencapaiannya tuntas 100 persen (356 unit). Sementara itu, sektor sanitasi berhasil menyelesaikan 2.161 unit dari target 2.194 unit, meninggalkan sisa 33 unit yang dituntaskan pada 2026.
Memasuki tahun berjalan, Djarum mengeskalasi kapasitas bantuannya dengan mengalokasikan dana sekitar Rp45 miliar. Rinciannya, anggaran Rp35 miliar dikucurkan untuk pembangunan rumah baru RSLH, dan Rp10 miliar disalurkan untuk pembangunan sarana sanitasi terpadu.
BACA JUGA:
BP Tapera Matangkan FLPP Tenor 40 Tahun untuk Rumah Tapak dan Rusun
Dengan tambahan target baru sebanyak 3.250 unit di 2026 plus penuntasan sisa komitmen sanitasi sebelumnya, total intervensi fisik yang akan diselesaikan Djarum mencapai 3.283 unit.
Menteri PKP Maruarar Sirait memberikan apresiasi tinggi atas efisiensi dan konsistensi eksekusi lapangan tersebut. Seusai meninjau langsung implementasi RSLH Djarum di Kudus, Jawa Tengah, Menteri Ara menegaskan pentingnya standar profesionalisme swasta dalam mendampingi program pemerintah.
“Saya berterima kasih kepada Djarum karena bekerja sangat profesional dan bagus pencapaiannya,” puji Menteri Ara.
Sinergi Kebijakan dan Multiplier Effect Bagi Industri Properti
Bagi industri properti, keberlanjutan program CSR terintegrasi ini menjadi benchmark penting. Kementerian PKP berencana menyelaraskan pembiayaan pemerintah—seperti Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP), Kredit Program Perumahan (KPP), dan Bedah Rumah—agar berjalan harmonis dengan kucuran dana CSR korporasi.
Guna mempercepat realisasi, Kementerian PKP berkomitmen mempermudah integrasi data penerima manfaat dan efisiensi perizinan. Hal ini memberikan kepastian operasional bagi ekosistem properti, termasuk pengembang dan kontraktor lokal di daerah.
Di samping itu, pembangunan fisik tidak berdiri sendiri. Pendekatan ini mewajibkan adanya elemen pemberdayaan ekonomi lokal, seperti pelatihan pertukangan, pembinaan komunitas, hingga penyerapan material bangunan setempat.
Dengan demikian, investasi sosial senilai Rp45 miliar ini tidak hanya menghapus rumah tidak layak huni (RTLH), tetapi juga menciptakan dampak ganda (multiplier effect) bagi perekonomian lokal.
BACA JUGA:
Membangun Kota, Menumbuhkan Komunitas: Cara Paramount Petals Bertumbuh Bersama Masyarakat Sekitar
***
Yuk, temukan banyak info seru lainnya di: www.PropertiTerkini.com dan WA Chanel










3 Comments