JAKARTA, PropertiPlus.com — Pasar bisnis kedai kopi di Indonesia terus menunjukkan akselerasi siginifikan seiring tingginya minat masyarakat terhadap gaya hidup ngopi dan ekspansi ruang usaha komersial.
Berdasarkan data International Coffee Organization (ICO), tingkat konsumsi kopi nasional melonjak hingga 50,02 persen dalam satu dekade terakhir, sementara populasi kafe ritel konsisten tumbuh rata-rata 16 persen saban tahun.
BACA JUGA: Produk Lokal Berjaya: Dari Cangkir Kopi Lokal Hingga Solusi Bangunan Berteknologi Tinggi!
Geliat positif ekosistem F&B ini tercermin nyata dalam perhelatan pameran Indonesia Coffee Expo (ICX) Jakarta 2026 yang berlangsung di Jakarta International Convention Center (JICC) pada 4–6 September 2026.
Penutupan rangkaian pameran nasional hasil kolaborasi Dyandra Promosindo dan Specialty Coffee Association of Indonesia (SCAI) ini berhasil mengumpulkan transaksi bisnis mencapai Rp6,5 miliar.
Kebutuhan Ruang Usaha Komersial dan Penyerapan Tenaga Kerja
Pertumbuhan industri olahan biji hitam tak sekadar mendorong transaksi produk, tetapi juga menggerakkan sektor properti komersial seperti ruko, retail space, hingga pop-up store di berbagai pusat pertumbuhan ekonomi.
Di Jakarta saja, tercatat hampir 193.000 pelaku usaha dan tenaga kerja yang menggantungkan mata pencaharian pada rantai pasok industri ini.
Ketua Umum SCAI, Daryanto Witarsa, mengungkapkan bahwa interaksi bisnis dan ajang kompetisi sepanjang ICX Jakarta 2026 membuktikan kedewasaan para pelaku industri lokal, mulai dari petani, roaster, hingga barista muda.
“Pelaku industri kopi kita semakin matang dan percaya diri untuk bersaing di panggung internasional. Mereka tak hanya mahir mengolah, tetapi juga mampu menawarkan biji kopi spesial berkualitas tinggi yang bernilai ekonomis,” ujar Daryanto.
BACA JUGA: Model Berbaginomics Djarum Rp45 Miliar: Benchmark Baru ESG Sektor Perumahan MBR
Dorongan Perbankan dan Ekosistem Pembiayaan UMKM
Dukungan infrastruktur finansial menjadi krusial dalam menopang ekspansi bisnis para pengusaha ritel kopi.
PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) melalui platform digital balé by BTN turut memfasilitasi kemudahan transaksi bagi 20.538 pengunjung serta lebih dari 115 brand yang terlibat, termasuk eksibitor internasional asal Malaysia, Jepang, Uni Emirat Arab (Dubai), dan Yaman.
Direktur Utama BTN, Nixon L.P. Napitupulu, menegaskan komitmen perseroan dalam mendampingi pertumbuhan ekosistem bisnis kopi dari hulu ke hilir. Menurutnya, jejaring kerja sama yang terbentuk selama ajang pameran harus ditindaklanjuti menjadi kemitraan strategis yang berkelanjutan.
“ICX 2026 boleh berakhir, tetapi kolaborasi untuk membawa industri kopi Indonesia naik kelas baru saja dimulai. Koneksi ini menjadi modal penting untuk membuka peluang pasar baru sekaligus memperkuat daya saing UMKM,” kata Nixon.
BACA JUGA: KPR Digital Makin Praktis, balé by BTN Bantu Cari Rumah hingga Pantau Pengajuan Secara Real Time
Regenerasi Barista dan Rencana Ekspansi Kota Pameran
Ajang ini juga menjadi panggung pembuktian kompetensi barista nasional lewat kompetisi Indonesia Barista Championship (IBC) Regional 1 Jakarta.
Aga Muhammad dari Ahead Coffee and Roastery keluar sebagai Juara 1, disusul Michelle Chandra di posisi Juara 2, dan Maximillian Periatna dari Ratio Coffee Brewers di urutan Juara 3. Para pemenang ini diproyeksikan mewakili Indonesia di tingkat global melalui World Barista Championship (WBC).
Direktur Dyandra Promosindo, Michael Bayu A Sumarijanto, menyebutkan bahwa suksesnya gelaran di Surabaya, Medan, dan Jakarta menjadi pijakan awal untuk memperluas jangkauan outreach program ke kota-kota potensial lainnya di Indonesia pada tahun-tahun mendatang.
“ICX Jakarta 2026 sudah selesai, tapi ini bukan garis akhir. Ini menjadi titik awal dari outreach program kami untuk terus mendekatkan ICX ke lebih banyak daerah di Indonesia. Setelah Surabaya, Medan, dan Jakarta, kami akan terus hadir di kota-kota lain agar potensi kopi daerah beserta ekosistem pendukungnya semakin dikenal luas. Perjalanan ICX tidak berhenti di sini,” jelas Michael Bayu.
Langkah perluasan titik pameran ini diyakini bakal memicu gairah ekonomi daerah sekaligus membuka potensi pasar baru bagi penyedia ruko komersial, penyewa ruang retail, dan pemasok peralatan kopi di seluruh pelosok Tanah Air.
BACA JUGA:
***
Yuk, temukan banyak info seru lainnya di: www.PropertiTerkini.com dan WA Channel










Leave a Reply