JAKARTA, PropertiPlus.com — Vinilon Group bersama organisasi nirlaba Solar Chapter merampungkan pembangunan infrastruktur jaringan perpipaan sepanjang 7 kilometer di Desa Ajaobaki, Kecamatan Mollo Utara, Kabupaten Timor Tengah Selatan, Nusa Tenggara Timur.
Program tanggung jawab sosial perusahaan (Corporate Social Responsibility/CSR) yang direalisasikan pada September 2026 ini dirancang untuk mendistribusikan pasokan air bersih langsung ke pemukiman bagi 1.202 jiwa penduduk.
BACA JUGA: Vinilon Hadirkan Akses Air Bersih di Kulon Progo, Buka Harapan Baru Warga Perbukitan
Sebelum proyek infrastruktur ini beroperasi, warga setempat terpaksa berjalan kaki sejauh dua jam pulang-pergi melewati kontur medan terjal dan menanjak. Setiap warga harus membawa hingga 10 jeriken demi memenuhi pasokan air harian dari sumber mata air. Beban logistik domestik tersebut menyita waktu serta produktivitas harian masyarakat.
Spesifikasi Teknis dan Peran Strategis Industri Perpipaan
Inisiatif penanganan fasilitas air minum ini melibatkan penyediaan material konstruksi berkualitas tinggi berupa pipa High-Density Polyethylene (HDPE) sepanjang 7 kilometer. Pemasangan tersebut dilengkapi dengan komponen pendukung pendistribusian air meliputi fitting, valve, hingga perangkat sanitasi penunjang.
GM Marketing Vinilon Group, Christian Rudolf, menyatakan bahwa penyediaan fasilitas dasar air bersih merupakan wujud nyata kontribusi korporasi dalam mendongkrak kesejahteraan kawasan melalui keunggulan solusi perpipaan.
“Kami berharap program ini dapat membantu meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan warga Desa Ajaobaki. Bagi kami, penyediaan infrastruktur air tidak hanya tentang membangun jaringan perpipaan, tetapi juga memastikan manfaatnya dapat dirasakan masyarakat dalam jangka panjang. Karena itu, keberlanjutan program menjadi hal penting agar akses air bersih ini dapat terus memberikan manfaat bagi warga,” ujar Christian.
BACA JUGA: Rekor MURI Atlantis Ancol: Estafet 24 Jam dan Bendera 360 Meter Rayakan Hari Renang Sedunia
Sementara itu, Founder & Executive Director Solar Chapter, Mustika Wijaya, menegaskan pentingnya pendekatan komprehensif dalam perancangan infrastruktur wilayah tertinggal.
“Pengembangan akses air bersih perlu mempertimbangkan kebutuhan setiap desa sekaligus keberlanjutan sistemnya. Melalui kolaborasi dengan Vinilon Group, pembangunan jaringan perpipaan di Ajaobaki menjadi bagian dari upaya mendekatkan akses air ke permukiman. Pengelolaan dan pemeliharaan infrastruktur juga menjadi bagian agar sistem ini dapat terus berfungsi,” jelas Mustika Wijaya.
Dampak Jangka Panjang bagi Kemandirian Wilayah
Kepala Desa Ajaobaki, Obed Kase, turut menyampaikan apresiasi mendalam atas intervensi infrastruktur yang merubah aksesibilitas air di wilayah kepemimpinannya.
“Kami bersyukur dan berterima kasih akses air bersih sudah hadir bagi masyarakat Ajaobaki. Selama ini, warga harus menempuh perjalanan yang cukup jauh dengan medan yang tidak mudah untuk mendapatkan air. Kami berharap jaringan perpipaan ini dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari dan memberikan manfaat bagi masyarakat dalam jangka panjang,” ungkap Obed Kase.
Melalui sinergi lintas sektor ini, penyediaan fasilitas utilitas dasar di wilayah timur Indonesia diharapkan mampu menstimulasi produktivitas ekonomi warga sekaligus menekan angka kesenjangan infrastruktur pedesaan secara berkelanjutan.
BACA JUGA:
Samsung Galaxy A07s Resmi Meluncur di Indonesia Bawa Helio G99+ dan Update 6 Tahun
***
Yuk, temukan banyak info seru lainnya di: www.PropertiTerkini.com dan WA Channel










Leave a Reply