JAKARTA, PropertiPlus.com — Kebutuhan mobilitas vertikal pada rumah bertingkat dan bangunan usaha mendorong hadirnya berbagai pilihan home lift di pasar Indonesia. Sejumlah produsen menawarkan elevator berukuran kompak, sistem penggerak berbeda, serta desain kabin yang dapat disesuaikan dengan karakter bangunan.
Pilihan produknya berasal dari merek internasional seperti Otis, Cibes, Aritco, dan KONE, hingga merek yang dipasarkan melalui penyedia solusi lift di Indonesia. Setiap produk memiliki karakteristik berbeda, mulai dari kapasitas angkut, kebutuhan ruang instalasi, teknologi penggerak, hingga fitur keselamatan.
BACA JUGA: BLES Operasikan 43 Forklift Listrik, Dorong Efisiensi Pabrik
Pemilihan lift juga perlu mempertimbangkan fungsi bangunan. Elevator untuk rumah tinggal umumnya dirancang untuk penggunaan keluarga, sedangkan bangunan usaha seperti ruko, klinik, dan kantor membutuhkan perhitungan kapasitas serta intensitas operasional yang berbeda.
8 Pilihan Home Lift untuk Rumah dan Tempat Usaha
Berikut delapan produk yang memiliki karakteristik teknologi dan penerapan berbeda.
1. Otis Gen3 Villa Homelift
Otis Gen3 Villa Homelift merupakan elevator residensial yang dirancang untuk rumah bertingkat dengan desain kompak dan kebutuhan instalasi yang lebih fleksibel. Diluncurkan pada Februari 2026, produk ini tersedia dalam tiga pilihan kapasitas, yakni 250 kg, 320 kg, dan 400 kg, dengan kemampuan perjalanan hingga 18 meter atau enam lantai.
Menggunakan teknologi mesin magnet permanen tanpa roda gigi (gearless permanent magnet) dan sabuk baja berlapis, lift ini dirancang untuk mendukung efisiensi energi serta mengurangi kebutuhan pelumasan. Sistem pemantauan Otis Pulse turut memantau kondisi sabuk selama operasional.
Fitur lainnya mencakup Automatic Rescue Operation (ARO) saat listrik padam, komunikasi darurat, dan child lock. Gen3 Villa Homelift menggunakan pasokan listrik satu fase dengan kecepatan maksimum 0,4 meter per detik.
2. PSA Franz Home Lift dari Pardi Solusi
PT Pardi Solusi Abadi menghadirkan PSA Franz Home Lift dengan dua konfigurasi utama, yakni tipe kabin dan platform. Pilihan kabin tersedia dalam bentuk Cabin Only untuk bangunan yang sudah memiliki shaft serta Cabin dengan Glass Shaft bagi bangunan yang membutuhkan struktur lift tersendiri.
Menggunakan sistem penggerak steel-belt traction, PSA Franz menawarkan kapasitas hingga 630 kg atau tujuh orang untuk tipe kabin berdasarkan spesifikasi yang dipublikasikan perusahaan. Lift ini dapat melayani hingga delapan pemberhentian dengan dimensi kabin yang dapat disesuaikan.
Sementara itu, tipe platform dirancang untuk kebutuhan aksesibilitas, termasuk pengguna kursi roda. Kapasitasnya mencapai 400 kg dengan kedalaman pit sekitar 60 mm.
Dalam ajang ARCH:ID 2026 di ICE BSD, Pardi Solusi menampilkan tipe kabin dengan empat sisi kaca panoramik dan tipe platform dengan tiga sisi kaca panoramik.
3. Aritco HomeLift Compact
Aritco HomeLift Compact dikembangkan untuk hunian dengan ruang instalasi terbatas. Produk ini menggunakan sistem penggerak screw and nut yang dipatenkan, dengan kapasitas 250 kg atau dua orang.
Elevator tersebut dapat melayani dua hingga enam lantai, dengan ketinggian perjalanan hingga 15 meter. Kebutuhan listriknya menggunakan pasokan satu fase 230 volt, sementara sistem penurunan darurat memanfaatkan baterai.
BACA JUGA: Cara Memilih Rumah Pertama: 9 Hal yang Wajib Diperiksa Sebelum Membeli
4. KONE MonoSpace Home
KONE MonoSpace Home merupakan solusi elevator yang ditujukan untuk bangunan hunian. Produk ini mengadopsi teknologi traksi tanpa ruang mesin terpisah, sehingga kebutuhan ruang instalasi dapat diintegrasikan dengan rancangan bangunan.
KONE juga mengembangkan teknologi elevator terhubung melalui platform KONE DX. Ketersediaan konfigurasi dan spesifikasi produk perlu disesuaikan dengan pasar serta kebutuhan proyek.
5. Tenkai Tsuki Home Lift
Tenkai Tsuki merupakan produk home lift yang dikembangkan untuk kebutuhan hunian bertingkat di Indonesia. Produk ini menggunakan sistem penggerak traksi dengan kapasitas yang dipublikasikan sebesar 320–400 kg.
Salah satu karakteristik yang ditawarkan adalah kebutuhan ruang instalasi yang relatif kompak. Tenkai Tsuki juga mencantumkan konfigurasi tanpa pit pada informasi produknya.
6. STIGA BACK-Series Home Elevator
STIGA BACK-Series menjadi alternatif home lift untuk hunian bertingkat. Produk ini ditawarkan melalui penyedia elevator di Indonesia, termasuk ElevatorID.
Pilihan elevator dari STIGA mencakup tipe kabin dan platform yang ditujukan untuk kebutuhan mobilitas penghuni. Sebelum pemasangan, spesifikasi kapasitas, dimensi, sistem penggerak, dan layanan purnajual perlu dikonfirmasi berdasarkan model yang tersedia
BACA JUGA: Cara Membuat Ruang Server Kantor Sesuai Standar IT agar Operasional Tetap Aman
7. Home Lift Panorama
Home Lift Panorama merupakan salah satu pilihan produk yang dipasarkan melalui Home Lift Indonesia. Model ini mengutamakan penggunaan panel kaca untuk menghadirkan tampilan elevator yang lebih terbuka pada bangunan residensial.
Selain model panorama, penyedia ini juga menawarkan Home Lift Standard dan Platform Home Lift. Pilihan sistem penggeraknya mencakup traksi gantry, traksi backpack, forced drive, dan hidrolik.
8. Cibes V90 Galaxy Series
Cibes V90 Galaxy Series menawarkan elevator hunian dengan desain kabin dan shaft kaca panoramik. Produk ini menggunakan teknologi screw drive serta menyediakan beragam pilihan ukuran dan finishing.
Salah satu karakteristiknya adalah fleksibilitas desain yang memungkinkan elevator menjadi bagian dari interior rumah. Cibes juga menawarkan teknologi EcoSilent untuk mendukung pengoperasian yang lebih senyap.
BACA JUGA: Teknologi AI EZVIZ Cegah Satwa Liar Berbahaya Masuk Rumah, dari Ular hingga Serigala
Memilih Home Lift untuk Rumah dan Ruko
Perbedaan fungsi bangunan menjadi pertimbangan utama dalam menentukan elevator. Rumah tinggal umumnya membutuhkan lift dengan kapasitas yang disesuaikan jumlah penghuni, sementara ruko dengan aktivitas pelanggan dan karyawan lebih tinggi perlu memperhitungkan frekuensi penggunaan serta arus penumpang.
Beberapa aspek teknis yang perlu diperhatikan meliputi kapasitas angkut, jumlah pemberhentian, dimensi shaft, kedalaman pit, headroom, kebutuhan daya listrik, dan ketersediaan teknisi pemeliharaan.
Aspek keselamatan juga mengacu pada ketentuan yang berlaku, termasuk Permenaker Nomor 6 Tahun 2017 tentang Keselamatan dan Kesehatan Kerja Elevator dan Eskalator.
Dengan perencanaan yang sesuai, elevator dapat menjadi fasilitas penunjang aksesibilitas sekaligus bagian dari sistem bangunan residensial maupun komersial.
BACA JUGA:
Bangunan Modular China Tarik Minat Pembeli Internasional, Pasar Asia Tenggara Jadi Incaran
***
Yuk, temukan banyak info seru lainnya di: www.PropertiTerkini.com dan WA Channel










Leave a Reply