SINGAPURA, PropertiPlus.com — Model gudang konvensional yang mengandalkan perluasan tapak semakin menghadapi tantangan ketika kebutuhan penyimpanan meningkat sementara lahan industri terbatas.
Gambaran tersebut terlihat dalam pengembangan fasilitas baru Radha Exports Pte Ltd di Pandan Road, Singapura. Perusahaan FMCG tersebut menggandeng Körber Supply Chain untuk membangun sistem pergudangan dengan pendekatan vertikal dan otomatis.
BACA JUGA: Unik! Material Sisa Panen Disulap Jadi Ruang yang Instagramable
Alih-alih sekadar memperbesar luas bangunan secara horizontal, fasilitas ini memanfaatkan ruang secara vertikal melalui sistem penyimpanan palet otomatis berkepadatan tinggi.
Rancangan tersebut akan mampu menampung hampir 9.000 palet dalam volume sekitar 61.200 meter kubik. Sistem pengangkutan palet juga dirancang menjangkau hingga lima lantai.
Bagi pasar properti industri, pendekatan seperti ini menarik karena menunjukkan bagaimana fungsi sebuah bangunan dapat ditingkatkan tanpa selalu bergantung pada penambahan luas lahan.
Radha Exports Manfaatkan Bangunan Lima Lantai untuk Penyimpanan
Radha Exports bukan pemain baru di sektor ritel Singapura. Berdiri sejak 1995, perusahaan ini mengoperasikan lebih dari 200 gerai melalui ABC Bargain Centre, ValuDollar, dan Japan Home.
Posisinya sebagai importir, grosir, sekaligus peritel membuat kebutuhan ruang penyimpanan dan distribusi menjadi bagian penting dari operasional perusahaan.
Fasilitas baru di Pandan Road dirancang untuk menjawab kebutuhan tersebut. Körber mengembangkan kombinasi pallet lift dan teknologi shuttle otomatis yang memungkinkan pergerakan palet antarlantai.
BACA JUGA: Tiket Penerbangan Murah ke Singapura dari TransNusa dan STB
Dengan konfigurasi tersebut, aktivitas penyimpanan tidak hanya bergantung pada luas lantai bangunan. Volume ruang yang tersedia dapat dimanfaatkan secara lebih optimal melalui sistem penyimpanan bertingkat.
Konsep ini menjadi semakin relevan bagi properti industri yang berada di kawasan dengan ketersediaan lahan terbatas.
Teknologi Mengubah Fungsi Gudang Menjadi Infrastruktur Operasional
Pengembangan fasilitas Radha juga memperlihatkan perubahan fungsi gudang dalam rantai pasok modern.
Gudang tidak lagi sekadar tempat menyimpan barang sebelum didistribusikan. Sistem penyimpanan, pengangkutan, dan pengelolaan inventaris harus dapat bekerja secara terintegrasi agar arus barang berlangsung lebih cepat dan terukur.
Dalam proyek Radha, Warehouse Control System (WCS) dari Körber akan diintegrasikan dengan Warehouse Management System (WMS) milik perusahaan.
BACA JUGA: Pasar Ritel Jakarta Q2 2026: Mal Terkurasi Jadi Incaran Merek Baru
Integrasi tersebut memungkinkan sistem pengendalian gudang terhubung dengan sistem manajemen gudang, sehingga proses penyimpanan dan pergerakan material dapat dikoordinasikan dalam satu sistem operasional.
Sunil Advani, Direktur Operasional Radha Exports Pte Ltd, mengatakan otomatisasi diperlukan seiring meningkatnya volume operasi ritel.
“Otomatisasi begitu penting untuk menangani volume yang lebih tinggi dan mempercepat pemenuhan pesanan.”
Menurut Radha, sistem yang dikembangkan bersama Körber juga dipersiapkan untuk mengikuti kebutuhan bisnis yang berkembang.
Properti Industri Dituntut Semakin Adaptif
Proyek Radha Exports memperlihatkan bahwa desain properti industri kini harus mempertimbangkan lebih dari sekadar luas bangunan dan lokasi.
Ketinggian bangunan, kapasitas penyimpanan, pola pergerakan barang, sistem otomatisasi, serta kemampuan integrasi teknologi ikut menentukan seberapa efektif sebuah fasilitas digunakan.
BACA JUGA: Model Berbaginomics Djarum Rp45 Miliar: Benchmark Baru ESG Sektor Perumahan MBR
Dalam konteks tersebut, gudang bertingkat menawarkan pendekatan yang berbeda. Bangunan dapat dirancang untuk menghasilkan kapasitas penyimpanan yang besar melalui optimalisasi volume ruang, bukan hanya luas tapak.
Louis Kok, Kepala Pemasaran dan Penjualan Körber Supply Chain Singapura, mengatakan karakteristik operasional Radha yang menggunakan fasilitas bertingkat membutuhkan rancangan sistem yang disesuaikan dengan alur kerja perusahaan.
Körber menilai kolaborasi sejak tahap perancangan menjadi penting agar teknologi otomatisasi dapat mengikuti kebutuhan spesifik fasilitas.
“Operasional multilantai Radha menuntut pendekatan yang disesuaikan.”
Bagi pengembang properti industri, perkembangan ini membuka ruang bagi pendekatan baru dalam merancang fasilitas logistik. Bangunan tidak lagi hanya dinilai berdasarkan luas lantai, tetapi juga berdasarkan kapasitas fungsional yang mampu dihasilkan dari setiap meter persegi lahan.
Di Singapura, pendekatan tersebut menjadi semakin relevan karena keterbatasan lahan membuat optimalisasi aset menjadi bagian penting dalam pengembangan properti industri.
Proyek Radha Exports pada akhirnya bukan hanya tentang memasang teknologi otomatisasi di sebuah gudang. Fasilitas tersebut menggambarkan arah perkembangan properti logistik yang semakin menggabungkan arsitektur bangunan, pemanfaatan ruang vertikal, otomasi, dan sistem digital dalam satu ekosistem.
BACA JUGA:
***
Yuk, temukan banyak info seru lainnya di: www.PropertiTerkini.com dan WA Channel










Leave a Reply