TANGERANG, PropertiPlus.com — Industri halal Indonesia kian menunjukkan taringnya sebagai motor penggerak ekonomi nasional maupun global. Gelaran Halal Indonesia International Industry Expo (Halal Indo) 2026 yang berlangsung pada 24–27 September 2026 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City resmi ditutup dengan capaian transaksi menembus angka Rp 8,4 miliar.
Ajang pameran berskala internasional hasil kolaborasi PT Dyandra Promosindo bersama Kementerian Perindustrian (Kemenperin) ini berhasil memikat kehadiran 28.707 pengunjung sepanjang empat hari penyelenggaraannya.
Pameran ini melibatkan lebih dari 350 merek terkemuka serta partisipan mancanegara yang berasal dari delapan negara sahabat, seperti Malaysia, Tunisia, Kazakhstan, Pakistan, Vietnam, Thailand, Amerika Serikat, hingga Selandia Baru.
Pendorong Utama Rantai Pasok Halal Dunia
Kepala Badan Standardisasi dan Kebijakan Jasa Industri Kemenperin, Emmy Suryandari, mengungkapkan bahwa meluapnya animo masyarakat di Halal Indo 2026 menjadi penanda kuat perubahan tren konsumsi. Menurutnya, konsumsi produk halal kini telah bertransformasi menjadi bagian integral dari gaya hidup masyarakat Indonesia modern.
“Halal Indo bukan sekadar pameran dan ajang promosi semata, melainkan wahana alih pengetahuan (transfer knowledge) sekaligus wadah membangun jejaring bisnis. Platform ini mempertemukan rantai industri, potensi pasar, dan peluang investasi guna memperkokoh ekosistem industri halal nasional,” papar Emmy.
Langkah strategis ini sejalan dengan target Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita untuk mengubah posisi Indonesia dari pasar konsumen pasif menjadi produsen penentu dalam rantai pasok halal dunia.
Berdasarkan peta jalan ekonomi syariah, Indonesia saat ini berhasil menempati peringkat pertama dunia untuk sektor modest fashion, peringkat ketiga dalam industri makanan halal, serta peringkat keempat dunia pada sektor kosmetik dan farmasi halal.
Ruang Eksplorasi Bagi IKM dan Kawasan Industri
Project Manager Halal Indo 2026, Ismi Puspita, menjelaskan bahwa pameran ini berhasil menjembatani interaksi langsung antara produsen, pelaku Industri Kecil dan Menengah (IKM), serta konsumen luas. Di sektor hilir, ajang ini menjadi panggung inovasi produk lokal sekaligus sarana pendorong kapasitas produksi pelaku usaha daerah.
Penguatan ekosistem halal nasional ini diyakini akan memperluas kebutuhan ruang usaha, fasilitasi pergudangan (warehousing), serta kawasan industri halal terpadu di berbagai wilayah strategis Indonesia.
Momentum keberhasilan ajang ini diharapkan mampu mendorong eskalasi daya beli secara berkelanjutan sehingga menstimulasi sektor ekonomi kreatif dan properti komersial.
Pelaksanaan acara ini turut didukung penuh oleh berbagai lembaga dan institusi keuangan nasional, seperti Bank Indonesia, KNEKS, Kementerian Perdagangan, serta mitra perbankan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk dan PT Bank Mandiri Tbk.
***
Yuk, temukan banyak info seru lainnya di: www.PropertiTerkini.com dan WA Channel










Leave a Reply