- 25 July 2025
- No Comment
- 152
Fenomena Rohana dan Rojali: Ketika Mal Ramai Pengunjung, Pedagang F&B Justru Panen Cuan
PropertiTerkini.com, (JAKARTA) — Pusat perbelanjaan di Indonesia kini dihadapkan pada sebuah fenomena menarik sekaligus menantang yang dikenal dengan istilah “Rohana” dan “Rojali”.
Istilah ini merujuk pada perilaku pengunjung mal yang datang beramai-ramai, namun dengan intensitas belanja yang minim. Meski demikian, di balik tantangan ini, ada sektor tertentu yang justru “panen cuan” dan mengalami lonjakan omzet.
Baca Juga: 3 Strategi Pengembang Menarik Milenial Lewat KPR Digital dan Hunian Hybrid
Lantas, apa itu Rohana dan Rojali? “Rohana” adalah akronim dari “rombongan hanya nanya“, menggambarkan kelompok pengunjung yang aktif bertanya-tanya tentang produk tetapi jarang berujung pada transaksi pembelian.
Sementara itu, “Rojali” adalah “rombongan jarang beli“, yaitu kelompok pengunjung yang menghabiskan waktu di mal, namun pembelian mereka sangat sedikit atau bahkan tidak ada sama sekali.
Fenomena ini sejatinya bukanlah hal baru. Ketua Umum Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI), Alphonzus Widjaja, menyebutkan bahwa perilaku seperti ini sudah ada sejak lama.
“Pengunjung datang ke pusat perbelanjaan tapi sedikit atau tidak belanja. Ini bukan tren baru. Kondisi seperti itu selalu terjadi setiap saat,” ujar Alphonzus dikutip dari Kompas.com.
Baca Juga: Properti Surabaya di Sunrise Area: Peluang Emas Investasi yang Nggak Boleh Dilewatkan!
Namun menurut Alphonzus, intensitasnya kini semakin meningkat, terutama pasca-pandemi, seiring dengan melemahnya daya beli masyarakat, khususnya dari kalangan menengah ke bawah.
“Mal kini tidak hanya menjadi tempat berbelanja, tetapi juga menjadi destinasi hiburan murah dan tempat interaksi sosial,” ungkapnya.
Industri Ritel Lesu, F&B Justru Nanjak
Kehadiran Rohana dan Rojali tentu menjadi tantangan tersendiri bagi sebagian besar pedagang ritel non-makanan. Jumlah pengunjung yang tinggi tidak serta-merta sejalan dengan peningkatan omzet.
Banyak yang hanya sekadar melihat-lihat, mencari hiburan, atau bahkan membandingkan harga dengan toko daring sebelum akhirnya memutuskan untuk tidak membeli di tempat. Hal ini menyebabkan target pertumbuhan omzet yang dipatok pengelola mal sulit tercapai.
Namun menariknya, di tengah lesunya transaksi ritel, sektor makanan dan minuman (F&B) justru mengalami lonjakan keuntungan. Menurut Budihardjo Iduansjah, Ketua Umum Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (HIPPINDO), omzet di sektor F&B bahkan naik 5% hingga 10% setiap bulannya.
Hal ini disebabkan oleh perilaku Rohana dan Rojali yang, setelah berkeliling dan melihat-lihat barang di toko ritel, cenderung mencari tempat untuk beristirahat, bersosialisasi, dan mengonsumsi makanan atau minuman.
Baca Juga: Flyover Gelumbang Siap Lancarkan Arus Lalin Palembang–Prabumulih: Rampung Desember 2025
Pengunjung merasa lebih “sopan” untuk melakukan pembelian, bahkan hanya sekadar minuman, ketika mereka duduk di restoran atau kafe dibandingkan di gerai ritel pakaian atau elektronik. Mal menjadi titik kumpul favorit bagi banyak orang untuk berinteraksi di luar rumah, sebuah kebiasaan yang semakin menguat pasca-pandemi.

Strategi Mal untuk Bertahan dan Berinovasi
Untuk tetap relevan dan menarik pengunjung, pengelola mal dituntut untuk beradaptasi. Konsep mal harus bertransformasi dari sekadar pusat perbelanjaan menjadi destinasi yang menawarkan pengalaman berbeda, seperti rekreasi, hiburan, dan interaksi sosial.
Berbagai promosi juga gencar dilakukan, terutama menjelang momentum belanja besar seperti Natal dan Tahun Baru, untuk merangsang daya beli masyarakat.
Baca Juga: Bisnis Laundry Cuan Banyak! Intip Jurus Alliance Laundry Systems Hadirkan Peluang Investasi Moncer
Fenomena Rohana dan Rojali adalah cerminan dari perubahan perilaku konsumen dan dinamika ekonomi. Meskipun membawa tantangan bagi sebagian sektor ritel, ini juga membuka peluang baru bagi sektor F&B dan mendorong inovasi dalam pengelolaan pusat perbelanjaan di Indonesia.
***
Yuk, temukan banyak info seru lainnya di: www.PropertiTerkini.com
CEK ARTIKEL PROPERTIPLUS LAINNYA DI SINI!