PropertiPlus.com, (JAKARTA) — Komisioner BP Tapera Heru Pudyo Nugroho mengatakan target penyaluran dana FLPP tahun 2026 sebanyak 285 ribu unit rumah dengan total kebutuhan dana sebesar Rp37,1 triliun, yang terdiri dari anggaran DIPA sebesar Rp25,1 triliun dan sisanya dari pengembalian pokok sebesar Rp10,4 triliun yang digulirkan kembali serta saldo awal tahun 2026 sebesar Rp1,6 triliun.
Hal ini disampaikan Heru saat melakukan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama dengan 43 Bank Penyalur (5 bank Himbara, 4 bank swasta dan 33 Bank Pembangunan Daerah (BPD) tentang penyaluran KPR Sejahtera FLPP bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) tahun 2026 di Kantor BP Tapera, Jakarta Selatan, Selasa (20/12/2025).
Baca Juga: 50.030 Rumah Subsidi Diakadkan, BP Tapera Cetak Penyaluran FLPP Terbesar Sepanjang Sejarah
Menurut Heru sesuai dengan Nota Keuangan tahun 2026, Pemerintah juga mengalokasikan pencadangan pembiayaan investasi untuk memenuhi potensi penambahan target penyaluran FLPP sampai dengan 350.000 unit rumah di tahun depan.
Hingga 22 Desember 2025, penyaluran dana FLPP telah mencapai 270.985 unit rumah sebesar Rp33,66 triliun. Penyaluran dana ini disalurkan melalui 39 bank penyalur dengan rumah yang dibangun oleh 8.058 pengembang yang terdiri dari 13.118 perumahan yang tersebar di 33 provinsi di 401 kabupaten atau kota.
Di sisi lain, Heru sangat mengapresiasi capaian yang dilakukan oleh seluruh bank penyalur tahun 2025 untuk penyaluran tertinggi sepanjang sejarah. “Kami berharap, tahun 2026 nanti kinerja bank penyalur akan semakin baik dan semakin banyak masyarakat berpenghasilan rendah yang terbantu,” kata Heru.
Bank BTN tercatat sebagai bank penyalur FLPP tertinggi dengan realiasi 128.608 unit rumah subsidi. Di posisi kedua diikuti Bank BTN Syariah (Bank Syariah Nasional) yang menyalurkan FLPP untuk 59.463 unit.
Penandatanganan ini dilakukan secara seremoni diwakili dengan 10 bank penyalur dana FLPP tertinggi dan 1 perwakilan bank swasta tahun 2025. Bank tersebut adalah BTN, BTN Syariah (kini bernama BSN), BRI, BNI, Mandiri, BSI, BPD Jawa Barat dan Banten, BPD Jawa Barat dan Banten Syariah (BPD BJB Syariah), BPD Sumsel Babel, BPD Sumsel Babel Syariah, dan Bank Nobu. Sedangkan sisanya 33 Bank lainnya akan mengikuti secara daring.
BP Tapera Gandeng Pengembang

Dalam kesempatan yang sama BP Tapera juga menggandeng Asosiasi Pengembang Perumahan untuk pembangunan rumah layak huni bagi MBR tahun 2026. Penandatanganan perjanjian tersebut diwakili oleh 7 asosiasi dengan kontribusi tertinggi dalam Pembangunan rumah yaitu REI, APERSI, HIMPERRA, APERNAS, ASPRUMNAS, PI dan Appernas Jaya.
Berdasarkan penyaluran dana FLPP periode yang sama, REI menjadi asosiasi pengembang perumahan yang tertinggi dalam membangun rumah sebesar 112.557 unit disusul APERSI (80.048 unit), HIMPERRA (36.540 unit), APERNAS (9.235 unit), ASPRUMNAS (8.789 unit), PI (8.198 unit) dan Appernas Jaya (4.905 unit).
Baca Juga: Perusahaan Properti Asal Spanyol Ini Perkenalkan Model Kolaborasi Digital untuk Properti Global
“Hingga tahun 2025 penyaluran dana FLPP didukung penuh oleh 22 asosiasi pengembang perumahan di seluruh Indonesia. Kami berharap dukungan terus dilanjutkan dengan kualitas rumah yang layak untuk dihuni di tahun mendatang,” ujar Heru.
***
Yuk, temukan banyak info seru lainnya di: www.PropertiTerkini.com










Leave a Reply