JAKARTA, PropertiPlus.com — Bisnis laundry masih menjadi salah satu sektor jasa yang terus berkembang di Indonesia. Perubahan gaya hidup masyarakat yang mengutamakan kepraktisan, ditambah meningkatnya kebutuhan dari sektor komersial seperti hotel, rumah sakit, salon, hingga apartemen, membuat permintaan layanan laundry tetap stabil.
Di tengah tren tersebut, kebutuhan terhadap mesin laundry komersial dengan kapasitas besar juga ikut meningkat. Pelaku usaha kini tidak hanya mempertimbangkan harga mesin, tetapi juga efisiensi operasional, daya tahan, serta biaya jangka panjang yang dapat memengaruhi profit bisnis.
Baca Juga: Bisnis Laundry Cuan Banyak! Intip Jurus Alliance Laundry Systems Hadirkan Peluang Investasi Moncer
Melihat peluang tersebut, Samsung Electronics Indonesia menghadirkan Samsung Professional Laundry Washer WF18FG940CGVSE berkapasitas 18 kg dan Professional Dryer DV14FG94GCGVSE berkapasitas 14 kg sebagai solusi untuk bisnis laundry skala komersial.
Bisnis Laundry Butuh Produktivitas Tinggi
Persaingan bisnis laundry semakin ketat. Kecepatan pelayanan menjadi salah satu faktor yang menentukan kepuasan pelanggan sekaligus kapasitas produksi harian.
Samsung menyebut mesin Washer WF18 mampu menyelesaikan proses pencucian sekitar 36 menit. Sementara Professional Dryer DV14 dapat mengeringkan pakaian dalam waktu sekitar 45 menit.
Kombinasi tersebut memungkinkan siklus pencucian dan pengeringan berlangsung lebih cepat sehingga pelaku usaha berpotensi menerima lebih banyak pesanan setiap harinya.
Baca Juga: Terungkap Rahasia Dapur Samsung Bespoke AI Jet Ultra: Kekuatan Hisap 400W yang Menggila!
Hita Supranjaya, Director Head of Group Home Appliances Business Samsung Electronics Indonesia, mengatakan investasi pada mesin laundry seharusnya tidak hanya mempertimbangkan kapasitas, tetapi juga durabilitas dan kemudahan pengoperasian.
“Samsung Professional Laundry hadir dengan Washer berkapasitas 18 kg dan Dryer 14 kg untuk mendukung produktivitas yang lebih tinggi, serta durabilitas hingga 30.000 siklus penggunaan untuk membantu menjaga operasional bisnis dalam jangka panjang,” ujar Hita.
Selain kapasitas besar, mesin tersebut dirancang menggunakan konsep stackable sehingga lebih hemat ruang, serta dilengkapi Manager Mode yang memudahkan pengelolaan operasional mesin.
Efisiensi Operasional Jadi Pertimbangan Utama Bisnis Laundry
Dalam bisnis jasa, biaya operasional menjadi salah satu faktor yang paling menentukan keberlanjutan usaha.
Samsung membekali Washer WF18 dengan Inverter Direct Drive Motor, teknologi VRT+, Quadruple Damper, sensor water level, dual inlet, hingga drum berbahan stainless steel yang diklaim mampu meningkatkan efisiensi penggunaan air sekaligus menjaga ketahanan mesin untuk pemakaian komersial.
Sementara itu, Professional Dryer DV14 menggunakan bahan bakar LPG. Samsung memperkirakan konsumsi gas sekitar 0,3 kilogram per siklus atau setara biaya sekitar Rp6.000 setiap proses pengeringan.
Penggunaan dryer berbasis gas juga dinilai dapat mengurangi kebutuhan instalasi listrik berdaya besar yang umumnya diperlukan mesin pengering elektrik.
Pelaku Laundry Soroti Pentingnya Investasi Mesin
Muhammad Naufaldi Hakim, Wakil Direktur PT Kharisma Putra Sejahtera yang menggunakan Samsung Professional Laundry, menilai kecepatan proses pencucian memberikan dampak langsung terhadap kapasitas layanan.
“Dalam bisnis laundry, waktu adalah aset yang sangat berharga. Ketika proses pencucian dan pengeringan dapat berjalan lebih cepat, pelaku usaha memiliki kesempatan menerima lebih banyak pesanan dan meningkatkan kapasitas layanan,” katanya.
Baca Juga: Seri Hospitality TV Terbaru, Samsung HU8000F Resmi Diluncurkan: Ini Fitur dan Keunggulannya!
Pandangan serupa disampaikan Guntarto, pemilik Mitra Laundry yang telah menjalankan bisnis laundry lebih dari 15 tahun dengan puluhan cabang di Jakarta dan Tangerang.
Menurutnya, investasi pada mesin yang tepat sejak awal justru dapat mengurangi biaya operasional dalam jangka panjang.
“Mesin yang kapasitasnya terbatas atau sering bermasalah akan menghambat pertumbuhan bisnis dan menambah biaya operasional. Sebaliknya, mesin yang andal dan efisien membantu bisnis berkembang lebih cepat karena pemilik usaha bisa lebih fokus melayani pelanggan dan memperluas usaha,” ujar Guntarto.
Peluang Bisnis Laundry Masih Terbuka
Pertumbuhan kawasan hunian vertikal, apartemen, kos eksklusif, hotel, hingga fasilitas kesehatan menjadi salah satu pendorong meningkatnya kebutuhan layanan laundry profesional.
Di sisi lain, semakin banyak masyarakat yang mencari peluang usaha dengan modal operasional yang relatif terukur membuat bisnis laundry tetap menjadi salah satu pilihan menarik, terutama bagi pelaku UMKM maupun entrepreneur muda.
Baca Juga: Mesin Cuci Front Load New Color AI dari AQUA Elektronik Resmi Perkenalkan di PRJ 2025
Samsung melengkapi lini Professional Laundry dengan garansi resmi selama dua tahun untuk jasa dan suku cadang. Mesin ini juga diklaim memiliki daya tahan hingga 30.000 siklus penggunaan, sehingga dirancang untuk mendukung operasional bisnis dalam jangka panjang.
***
Yuk, temukan banyak info seru lainnya di: www.PropertiTerkini.com dan WA Chanel










Leave a Reply