Gaji Masih Aman, Tapi Cash Flow Mulai Seret? Saatnya Cek Lagi Cicilan KPR

Pertengahan tahun menjadi waktu yang pas untuk mengecek kembali kondisi keuangan. Sedikit evaluasi sekarang bisa membantu menjaga cicilan rumah tetap lancar hingga akhir tahun.

cicilan KPR
Ilustrasi aktivitas mengatur anggaran keuangan sebagai langkah menjaga cash flow tetap sehat agar cicilan KPR tetap lancar di tengah kenaikan biaya hidup. (Ilustrasi/PropertiTerkini.com)

PropertiPlus.com, (JAKARTA) — Bagaimana kondisi keuangan di pertengahan tahun? Kalau pengeluaran terasa makin besar sementara cicilan rumah tetap berjalan, mungkin ini saat yang tepat untuk mengevaluasi cash flow.

Banyak orang baru menyadari kondisi keuangannya mulai kurang sehat ketika tabungan perlahan terkuras atau bahkan harus menambah utang untuk menutup kebutuhan bulanan. Padahal, masalah seperti ini sebenarnya bisa dicegah sejak awal dengan melakukan evaluasi sederhana terhadap pemasukan dan pengeluaran.

Baca Juga: Tahun Kuda Api Memanas, KPR Take Over Jadi Solusi Jinakkan Inflasi yang Bakar Harga Rumah

Financial Planner sekaligus Certified Financial Educator (CFE), Novi Anasthasia, mengatakan salah satu indikator keuangan masih sehat adalah ketika pengeluaran bulanan tetap lebih kecil dibanding pendapatan dan masih ada ruang untuk menabung maupun berinvestasi.

Yang tak kalah penting, total cicilan juga perlu dijaga agar tidak terlalu membebani kondisi finansial.

Cicilan termasuk cicilan rumah, kendaraan, dan kartu kredit idealnya tidak melebihi 30% dari pendapatan. Jika rasio tersebut mulai terlampaui, masyarakat disarankan segera mengevaluasi kondisi keuangan, mengurangi pengeluaran yang tidak mendesak, serta menghindari kebiasaan menutup satu cicilan dengan cicilan baru,” ujar Novi.

Cicilan KPR Terasa Berat? Masih Ada Solusinya

Bagi pemilik rumah yang mulai merasa cicilan KPR semakin berat, bukan berarti pilihan yang tersedia hanya bertahan sampai kondisi membaik.

Salah satu opsi yang cukup banyak dipertimbangkan adalah take over KPR, yaitu memindahkan kredit ke bank lain yang menawarkan bunga atau skema pembayaran yang lebih sesuai dengan kondisi keuangan saat ini.

Baca Juga: Bukan Cuma Soal Pahala, Ini Alasan KPR Syariah Punya Kalkulasi yang Lebih ‘Masuk Akal’ Buat Kantong UMR

CEO & Founder Pinhome, Dayu Dara Permata, menjelaskan bahwa masyarakat sebaiknya tidak hanya terpikat bunga promo di awal, tetapi juga menghitung keseluruhan biaya sebelum mengambil keputusan.

Menurutnya, fitur Simulasi KPR Take Over di aplikasi Pinhome dapat membantu memperkirakan besaran cicilan sekaligus biaya yang perlu dipersiapkan.

“KPR Take Over menjadi solusi di tengah meningkatnya biaya hidup karena dapat membantu pengguna menghemat cicilan hingga 40% dengan peluang kembali menikmati masa bunga fixed,” kata Dayu.

Selain simulasi, pengguna juga dapat berkonsultasi mengenai pilihan pembiayaan, mengajukan ke beberapa bank sekaligus, hingga memperoleh tenor yang lebih fleksibel.

Baca Juga: Proyek Baru Tanrise Property: Dari Solaris Villa Bali hingga Ekspansi Malang, Strategi Tangkap Peluang Properti 2026

Jangan Lupa Siapkan Dana Darurat

Buat yang sedang merencanakan membeli rumah pertama, persiapan bukan hanya soal uang muka. Dana darurat juga wajib masuk dalam daftar prioritas.

Novi menyarankan keluarga muda menerapkan pola pengelolaan keuangan 50:30:20, yakni 50 persen untuk kebutuhan pokok, 30 persen untuk kebutuhan pribadi atau hiburan, dan 20 persen dialokasikan untuk tabungan maupun investasi.

Cadangan dana darurat idealnya juga disesuaikan dengan kondisi rumah tangga, mulai dari tiga hingga enam bulan pengeluaran bagi individu, dan bisa mencapai 12 bulan pengeluaran untuk keluarga.

Baca Juga: Cara Menghitung Ampere RCBO yang Cocok di Rumah: Panduan Praktis untuk Pemilik Hunian

Dengan perencanaan yang lebih matang, impian memiliki rumah tetap bisa diwujudkan tanpa harus mengorbankan kesehatan keuangan di kemudian hari.

***
Yuk, temukan banyak info seru lainnya di: www.PropertiTerkini.com dan WA Chanel